Selasa, 08 Desember 2009

PEMIMPIN ADALAH PELAKU

Karier merupakan sesuatu yang amat penting dalam kehidupan pribadi maupun
sosial seseorang. Dalam konsultasi karier di Kompas banyak pertanyaan berkisar
pada pengembangan karier, baik dari kalangan non manajer maupun manajer.

Misalnya: Saya sekarang sudah bekerja di suatu jabatan selama 5 tahun. Kapan
waktu yang tepat untuk pindah jabatan atau naik jabatan? Bagaimana
meningkatkan karier dalam situasi bisnis yang tidak menentu? "Organisasi
tempat saya bekerja tidak memungkinkan saya untuk naik pangkat, apakah yang
harus saya lakukan dalam pengembangan karier saya?

Tulisan ini membahas mengenai perubahan yang terjadi dalam pola karier
seseorang dan bagaimana strategi kita agar pengembangan karier kita dapat
terjamin.

Pengembangan karier tradisional

Dalam pandangan tradisional, pengembangan karier merupakan tanggung jawab
suatu organisasi yang menyiapkan karyawan dengan kualifikasi dan pengalaman
tertentu, agar pada waktu dibutuhkan organisasi sudah memiliki karyawan dengan
kualifikasi tertentu. Sifatnya paternalistik, dari atas kebawah dan
tersentralisasi.

Jadi yang dilakukan karyawan adalah bekerja sebaik mungkin, mengikuti semua
pelatihan yang diberikan, menunggu kesempatan kenaikan jabatan dan biasanya
menurut saja menduduki jabatan yang ditawarkan oleh perusahaan.

Pengembangan karier tradisional pada umumnya berupa kenaikan karier secara
vertikal dari satu jenjang pekerjaan tertentu ke jenjang berikutnya. Jadi
seseorang diharapkan mendalami suatu bidang pekerjaan tertentu kemudian
menduduki jabatan manajerial.

Pengembangan karier yang sifatnya vertikal dimungkinkan karena bentuk
organisasi yang sifatnya hirarkis/birokratis. Pengembangan karier tradisional
kurang memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi
teknikal yang tinggi namun tidak memiliki kemampuan manajerial., karena tidak
tersedia jalur spesialis.

Namun beberapa perusahaan besar yang mempunyai sistem pelatihan dan
pengembangan yang terintegrasi memberikan kesempatan kepada para karyawannya
untuk pindah jalur profesi atau memberikan kesempatan kepada karyawannya
menjadi generalis.

Tantangan Lingkungan Bisnis

Tantangan eksternal seperti globalisasi, persaingan, kemajuan teknologi,
tuntutan pelanggan, mendorong suatu organisasi untuk berubah. Situasi ekonomi
serta persaingan yang tajam mendorong organisasi melakukan restrukturisasi,
perampingan organisasi, desentralisasi, merger, pemanfaatan IT dsb.

Struktur organisasi yang bersifat hirarkis dianggap terlalu lamban untuk
memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Organisasi dalam situasi yang sangat
dinamis harus mampu bergerak secara cepat dan luwes.

Struktur organisasi yang lebih datar/ horisontal dianggap lebih tepat untuk
keadaan sekarang karena jarak antara konsumen dengan pengambil keputusan lebih
dekat.

Bahkan struktur organisasi yang bersifat network dimana suatu organisasi hanya
memiliki pusat yang kecil dan fungsi fungsi organisasi dilaksanakan secara
outsourcing., dianggap sebagai struktur yang cocok untuk situasi ini.
Tantangan lingkungan bisnis ini membuat rasa aman karyawan menjadi hilang.

Tempat seseorang dalam suatu organisasi tiba-tiba bisa hilang. Hal ini dapat
menimbulkan masalah besar dalam kehidupan seseorang.

Seseorang tidak dapat lagi menggantungkan hidupnya pada organisasi. Tanggung
jawab pengembangan karier seseorang didorong menjadi tanggung jawab individu.

Seseorang harus mencari nilai tambah bagi dirinya sendiri sehingga lebih luwes
dalam mencari pekerjaan termasuk menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri
(entrepreneurship). Job security yang hilang harus digantikan menjadi career
security.

Paradigma Baru Pengembangan Karier

Sejalan dengan perubahan struktur organisasi maka pengembangan karier yang
bersifat tradisional dianggap tidak cukup luwes untuk memunuhi kebutuhan
organisasi dan karyawan pada saat ini.

Tantangan dunia bisnis menuntut pola kerja yang sifatnya lintas fungsi dan tim
kerja. Seseorang yang bekerja di bidang pemasaran harus memiliki pengetahuan
keuangan, sumber daya manusia, produksi atau operasi. Seseorang dapat pula
mengembangkan karier ke bidang spesialis dan profesional tanpa harus melalui
bidang manajerial.

Pada beberapa perusahaan imbalan yang diterima oleh seorang profesional dapat
melebihi imbalan dari seorang manajer. Pilihan penting lain adalah menciptakan
lapangan kerja untuk anda sendiri dan orang lain.

Nah orang-orang yang berani mangambil risiko, peka terhadap tantangan bisnis
dapat memilih alternatif ini. Jadi arah pengembangan karier pada saat ini
lebih variatif, bisa vertikal, horisontal, dapat juga horisontal dulu kemudian
vertikal. Agar anda memiliki career security lebih aktiflah meningkatkan
ketrampilan dan kompetensi, sehingga anda benar-benar menjadi sangat ahli atau
memiliki keahlian yang bersifat multiskill.

Kiat-Kiat Memperoleh Career Security :

• Tetapkan sasaran karier anda, teknikal, manajerial, profesional, fungsional
atau menjadi wirausaha.
• Carilah seorang mentor yang mengetahui kekuatan dan kelemahan anda.
• Jangan membatasi karier anda hanya dalam satu bidang saja, karena akan
mengurangi fleksibilitas ruang gerak anda.
• Berpartisipasi dalam setiap kesempatan pelatihan dan pengembangan di
organisasi anda, meskipun anda tidak yakin manfaatnya untuk saat ini.
• Pendidikan S2 antara lain di bidang bisnis dapat memberikan lebih banyak
pilihan dalam meningkatkan karier, termasuk pilihan menjadi entrepreneur.
• Berkontribusilah jika anda dipilih menjadi anggota suatu proyek kerja,
karena akan memperluas kompetensi lintas fungsi dan meningkatkan kerja
kelompok.
• Tingkatkan jejaring kerja anda baik didalam maupun diluar organisasi tempat
anda bekerja.
• Tingkatkan ketrampilan hubungan antar manusia anda seperti komunikasi,
kepemimpinan, motivasi, negosiasi dsb.
• Perbarui ketrampilan teknikal anda termasuk pengetahuan dalam bidang IT .
• Jangan mudah berpuas diri, selalu mencoba cara kerja yang lebih baik.
• Berpegang teguh pada etika yang berjalan seiring dengan sukses karier anda.

Nah siapkah anda untuk meningkatkan karier sesuai dengan perubahan paradigma
baru organisasi?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar