Selasa, 08 Desember 2009

Apakah Anda Pemimpin Yang Hebat

Apakah Anda Pemimpin Yang Hebat
Oleh : Nilnaiqbal – www.editorku.com

Sebagian kita adalah pemimpin bagi sebagian yang lain.
Jika anda punya satu orang anggota saja, maka anda
adalah seorang pemimpin.

Dalam bukunya yang amat terkenal, Mengembangkan
Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda, John C. Maxwell
berkata, “Mengubah pemimpin berarti mengubah
organisasi. Menumbuhkan pemimpin, menumbuhkan
organisasi." Artinya? Perusahaan atau organisasi tidak
akan berubah dan tidak akan berjalan ke arah yang
dicita-citakan, apabila para pemimpinnya sendiri, di
bagian apapun, tidak berubah dan tidak tumbuh. Sebuah
organisasi tidak bisa tumbuh di luar sampai para
pemimpinnya sendiri tumbuh di dalam.

Jika seluruh unit kepemimpinan berubah secara positif,
maka pertumbuhan organisasi atau perusahaan akan
terjadi secara otomatis. Pemimpin yang lemah sama
dengan organisasi yang lemah. Pemimpin yang kuat sama
dengan organisasi yang kuat. Segala-galanya akan naik
atau turun, sesuai dengan kekuatan kepemimpinan.

Kita mungkin juga bisa sepakat bahwa perbedaan antara
perusahaan yang baik dengan perusahaan yang hebat juga
adalah kepemimpinan. Apakah Anda bersedia jadi
pemimpin yang hebat?

Syaratnya, mau berubah ! Apa ada pemimpin yang menolak
perubahan? Banyak…! Perlawanan terhadap perubahan
adalah sesuatu yang universal sifatnya, menyerang
semua kelas dan budaya. Sekalipun sudah ditunjukkan
berbagai fakta kebenaran dan bukti nyata, tetap saja
banyak pemimpin yang tidak mau mengubah sikap dan
pikirannya.

Maxwell mengambil sebuah kisah yang amat menarik
tentang Henry Ford yang gagal memimpin dunia otomotif
lantaran ia tidak mau berubah, seperti yang
dilukiskan dalam biografi Robert Lacy yang laris,
Ford: The Man and the Machine. Lacy mengatakan Ford
adalah orang yang begitu mencintai mobil model T yang
diciptakannya sehingga ia tidak mau mengubah satu baut
pun pada mobil itu. Dia bahkan mendepak William
Knudsen, karena Knudsen berpikir dia melihat
kemerosotan Model T.

Itu terjadi tahun 1912, ketika Model T baru berumur
empat tahun dan sedang berada di puncak
popularitasnya. Saat itu Ford baru saja kembali dari
perjalanan pesiar di Eropa, dan dia pergi ke garasi
Highland Park, Michigan, dan melihat rancangan baru
yang diciptakan Knudsen.

Para montir yang ada disana mencatat bagaimana Ford
sesaat menjadi mata gelap. Dia memandangi kilatan cat
merah pada versi Model T yang rendah yang dianggapnya
sebagai versi yang buruk dari rancangan Model T yang
disayanginya. "Ford memasukkan tangan ke dalam
sakunya, dan dia berjalan mengelilingi mobil tiga atau
empat kali," kata para saksi mata menceritakan. "Itu
adalah mobil empat pintu, dan atapnya diturunkan.
Akhirnya, dia pergi ke sisi kiri mobil, dan dia
mengeluarkan tangannya, memegang pintu, dan gubrak!
Dia merenggutkan pintu sampai copot! … Bagaimana orang
itu melakukannya, saya tidak tahu! Dia melompat masuk,
dan gubrak! Copot pula pintu lainnya. Hancurlah kaca
depan. Dia melompat ke jok belakang dan mulai memukuli
atap. Dia merobek atap dengan tumit sepatunya. Dia
menghancurkan mobil sebisa-bisanya."

Knudsen keluar dan pergi ke General Motors. Henry Ford
terus memelihara Model T. Tetapi perubahan desain
dalam model pesaing membuatnya menjadi lebih kuno
daripada yang diakuinya. Kendati General Motor
mengancam akan mendahului Ford, sang pencipta tetap
menginginkan kehidupan membeku di tempatnya.

Contoh berikut pun cukup menarik. Selama berabad-abad
orang percaya bahwa Aristoteles benar, dengan
teorinya: bahwa semakin berat suatu benda, semakin
cepat benda itu jatuh ke tanah. Pada waktu itu
Aristoteles dipandang sebagai pemikir terbesar
sepanjang zaman dan karena itu tentu saja dia tidak
mungkin salah. Padahal yang diperlukan hanyalah
seorang yang berani untuk mengambil dua buah benda,
yang satu berat dan lainnya ringan, lalu
menjatuhkannya dari ketinggian yang cukup untuk
melihat apakah benda yang berat memang jatuh lebih
dahulu atau tidak. Tetapi saat itu tidak ada orang
yang tampil ke depan sampai hampir 2000 tahun setelah
kematiannya. Pada tahun 1589, Galileo memanggil para
professor yang terpelajar ke landasan Menara Miring
Pisa. Kemudian dia naik ke puncak dan mendorong jatuh
dua buah beban, yang satu seberat sepuluh pon dan yang
lainnya satu pon. Hasilnya, keduanya ternyata mendarat
pada saat yang sama!

Apa kata para professor? Karena mereka tetap yakin
dengan kekuatan kebijaksanaan konvensional yang
demikian kokoh bersemayam dalam diri mereka, para
professor itu tetap menyangkal apa yang mereka lihat.
Mereka tetap mengatakan bahwa Aristoteles benar, lalu
lemparkan Galileo ke penjara dan melewatkan sisa
hidupnya dalam tahanan rumah. Pertanyaannya, masih
adakah sesuatu yang begitu kuat anda yakini sehingga
sekalipun sudah berulang kali diperlihatkan
fakta-fakta betapa pentingnya kita segera berubah,
tetap saja Anda tidak mau berubah?

Karena itulah, Howard Hendrick, dalam Teaching to
Change Lives mengingatkan: Kalau Anda ingin terus
memimpin, maka Anda harus berubah. Begitu para
pemimpin secara pribadi mau berubah dan mulai
melakukannya, maka segala sesuatu yang berada dalam
tanggungjawabnya pasti segera berubah. Para pemimpin
adalah motor perubahan, dan karena itu ia harus berada
di depan untuk menggerakkan perubahan dan mendorong
pertumbuhan serta menunjukkan jalan untuk mencapainya.


Tapi terkadang ada pula sebagian pemimpin kita yang
mungkin berperilaku seperti Lucy dalam kartun
"Peanuts". Sambil menyandar ke pagar ia berkata pada
Charlie Brown, "Saya ingin mengubah dunia." Charlie
bertanya, "Darimana kamu akan memulai?" Lucy menjawab,
"Saya akan mulai dengan kamu!"

Para pemimpin yang ada di seluruh bagian perusahaan
dimanapun ia berada, harus mampu menjadi motor
perubahan. "Mereka harus lebih menjadi termostat
daripada termometer," kata Maxwell, dalam
Mengembangkan Kepemimpinan Di Sekeliling Anda. Apa
bedanya? Kedua alat ini memang sama-sama bisa mengukur
panas, tapi ada bedanya. Termometer bersifat pasif. Ia
hanya mencatat suhu lingkungan tetapi tidak bisa
melakukan apapun untuk mengubah lingkungan. Termostat
adalah alat yang aktif. Alat ini menentukan akan
menjadi apa sebuah lingkungan. Termostat mempengaruhi
perubahan supaya bisa menciptakan iklim. Pemimpin yang
baik, mampu menjadi motor perubahan yang menciptakan
iklim yang kondusif bagi pertumbuhan cita-cita
perusahaan.


Perubahan Apa?
John C. Maxwell dalam buku "The Winning Attitude"
menggambarkan, "orang berubah ketika mereka cukup
sakit sehingga harus berubah; cukup belajar sehingga
ingin berubah; cukup menerima sehingga mereka bisa
berubah." Karena itu para pemimpin perlu mengenali
siapa-siapa saja orang-orangnya yang berada dalam
salah satu dari tiga tahap ini. Sedangkan para
pemimpin puncak akan menciptakan suasana yang
menyebabkan salah satu dari tiga hal ini terjadi.

Apa yang pertama dan utama sekali perlu diubah oleh
para pemimpin, sehingga ia mampu menciptakan suasana
yang akan mendorong orang lain ikut berubah? Maxwell,
mengajarkan:

Pertama, pemimpin harus mengembangkan kepercayaan
dengan orang lain. Kalau anggota tim percaya kepada
pemimpin, itu sudah lumayan hebat. Akan tetapi jauh
lebih hebat lagi jika justru pemimpin yang percaya
kepada para anggotanya. Bila ini benar-benar terjadi,
kepercayaan adalah hasilnya, maka semua pun akan
mengikuti. Abraham Lincoln berkata, "Kalau Anda ingin
merebut hati seseorang agar mendukung perjuangan anda,
mula-mula yakinkan dia bahwa anda sahabatnya yang
sejati. Lalu selidikilah apa yang ingin dicapainya."
Ujian praktis bagi seorang pemimpin adalah pertanyaan,
"Bagaimana hubungan Anda dengan para pengikut Anda?"
Kalau hubungannya positif, maka pemimpin itu telah
siap untuk mengambil langkah-langkah berikutnya.

Kedua, pemimpin harus membuat perubahan pribadi pada
dirinya sendiri, sebelum meminta orang lain berubah.
Para pemimpin sukses bukan hanya mengatakan apa yang
harus dilakukan, mereka memperlihatkannya! Orang
meniru apa yang mereka lihat dari sang pemimpin. Apa
yang dihargainya akan dihargai pula oleh anak buahnya.
Tujuan pemimpin menjadi tujuan mereka. Lee Iacocca
berkata, "Kecepatan bos adalah kecepatan tim." Kita
perlu ingat bahwa kalau orang mengikuti kita, mereka
hanya bisa pergi sejauh kita pergi. Kalau pertumbuhan
kita berhenti, kemampuan kita untuk memimpin pun akan
berhenti. Karena itu mulailah belajar dan tumbuh sejak
hari ini, maka lihatlah mereka yang ada di sekeliling
anda, mereka pun ternyata tumbuh dan berubah. Ambil
contoh saja, mulailah menghilangkan sikap takut
mengatakan hal-hal yang tidak ingin didengar oleh
atasan anda. Sebagai pemimpin anda harus melaporkan
dan menyampaikan apa yang perlu anda laporkan, bukan
apa yang sebaiknya dilaporkan. Lalu rangsanglah
anggota organisasi anda untuk berani pula menyampaikan
apa yang perlu anda dengar, bukan apa yang ingin anda
dengar.

Ketiga, perlihatkan kepada tim anda bagaimana
perubahan itu sebenarnya akan sangat menguntungkan
bagi mereka. Sebab perubahan yang sedang kita lakukan
saat ini adalah jalan terbaik bagi seluruh pihak,demi
masa depan semua orang, bukan bagi anda sebagai
pimpinannya. Kepentingan orang banyak itulah yang
harus didahulukan.

Keempat, beri mereka andil kepemilikan atas perubahan
itu. Kalau orang kurang ikut memiliki suatu gagasan,
mereka biasanya menentangnya, bahkan seandainya pun
gagasan itu sebetulnya untuk kepentingan mereka yang
terbaik! Pemimpin yang bijaksana memungkinkan pengikut
bisa memberikan masukan dan menjadi bagian dari proses
perubahan. Tanpa rasa memiliki ini, perubahan hanya
akan berjangka pendek. Mengubah kebiasaan dan cara
berpikir orang banyak seperti menulis perintah di atas
salju dalam badai. Setiap duapuluh menit perintah
harus ditulis kembali, kecuali kalau kepemilikan
diberikan bersama dengan perintah.

Karena itu, kata Trusell dalam Helping Employees Cope
with Change: A Manager's GuideBook, "Tunjukkan kepada
orang lain bagaimana perubahan akan menguntungkan
mereka. Mintalah mereka untuk berperan serta dalam
semua tahap proses perubahan. Bersikaplah lentur,
terbuka dan bisa menyesuaikan diri sepanjang proses
perubahan. Akuilah kesalahan dan buatlah perubahan
kalau sesuai dengan keadaan. Doronglah setiap anggota
tim untuk membicarakan perubahan. Mintalah pertanyaan,
komentar dan umpan balik mereka. Tunjukkan keyakinan
anda atas kemampuan mereka untuk melaksanakan
perubahan. Akhirnya jangan lupa berilah selalu
antusiasme, bantuan, penghargaan, dan pengakuan kepada
mereka yang melaksanakan perubahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar